MENUJU KEKUASAAN

KPK=Konspirasi politik Kekuasaan??

oleh Deden

Keganjilan yang terjadi dalam kasus ditangkapnya antasari azhar (ketua KPK) menjadikan pertanyaan-pertanyaan yang belum ada ujung pangkalnya.penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tanpa adanya penjelasan dan alasan atas penangkapan tersebut tentunya membuat para pengacara anatasari azhar gerah dan menimbulkan keraguan dalam benak masyarakat Indoenesia’benarkah seorang Antasari Azhar memang dalang pembunuhan,ataukah ada hal lain yang mengharuskan Antasari Azhar tidak beraktifitas seperti biasanya?”.

Tertangkapnya banyak koruptor oleh KPK yang dalam hal ini banyaknya dari pihak oposant pemerintahan yang berkuasapun ikut dikait-kaitkan.Namun logika paling sederhana adalah,Nasrudin pelapor atas beberapa dugaan korupsi di tubuh BUMN dan Antasari adalah pihak melapor.wajar ketika segala sesuatu yang berhubungan dengan korupsi Antasari memberikan arahan kepada Nasrudin karena menyangkut dengan kepentingan publik.Namun sayang keterikatan Nasrudin dengan Antasari malah dijadikan jebakan untuk menjerumuskan keduanya menjadi tak berdaya dalam membongkar kasus korupsi.

Jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan bernama Indoraya yang dipimpin oleh Swaraya Batara Yuda,Pemerintahannya termasuk stabil,popularitas di masyarakatnya pun cukup kuat.namun dibalik itu semua rakyatnya tidak menyadari kalau didalam pemerintahannya terjadi korup yang sangat.

Tutup lobang gali lobang istilah pepatahnya yang menggambarkan dalam pemerintahannya yang berjalan,kegiatan kenegaraannya didasarkan pada pinjaman dari luar.ada memang kemandirian dalam ekonomi namun hal itu tidak mencukupi untuk membiayai kerajaannya walaupun harus diakui bahwa pemerintahannya juga mendapatkan warisan dari pemegang kerajaan sebelumnya. ketidaksadaran masyarakat tercermin dari persepsi masyarakat bahwa pemerintahan pada jaman Swara BY ini hutang kerajaan sudah dapat dilunasi,namun sayang masyarakatnya tidak mengetahui bahwa untuk membayar hutang tersebut pemerintahannya meminjam uang kembali dan bahkan sebagian besar pinjamannya malah dipakai dalam pembangunan didalam kerajaan yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir kaum tertentu. Hanya untuk kaum yang memiliki perekonomian dari menengah ke atas,seperti pembangunan rumah peristirahatan,rumah hunian kalau jaman sekarang mungkin bisa diandaikan dengan pembangunan infrastruktur seperti HOTEL,Modern market,Properti yang notabene hanya konsumsi kelas menengah keatas.

Kerajaannya yang berlatarbelakang kerajaan AGRARIS pun terlupakan,sistem kebijakan kerajaan yang tidak pro kultur masyarakat membuat sebagian besar masyarakat (mayoritas) berada dalam kondisi kekurangan.kemiskinan semakin meningkat,pengangguran yang bertambah banyak,kesehatan dan pendidikan yang buruk.

Alih-alih menjadi raja yang baik dan peduli terhadap rakyatnya dibagilah rakyat yang dianggap miskin tunjangan masyarakat miskin walaupun data orang miskin tidak jelas sehingga dalam pembagiannya terjadi banyak penyimpangan.

Kaum intelektual dan sebagian masyarakat yang dengan sadar betul dan mengetahui keburukan tersebut tentunya menjadi ancaman tersendiri bagi raja,apalagi sang raja yang memiliki ambisi untuk memegang kekuasaan dalam waktu yang lama.

Dibentuklah sebuah lembaga khusus yang bertugas untuk memberantas kejahatan elite,yaitu korupsi dikalangan kerajaan.Lembaga ini berjalan dengan baik dan menunjukkan prestasi yang baik,karena mampu menjebloskan beberapa pejabat korup ke dalam penjara,walaupun itu semua dari pihak oposisi penguasa kerajaan.

Kelamaan ternyata lembaga ini juga mulai mengincar pejabat korup lainnya,termasuk kalangan penguasa keraajaan itu sendiri,tentulah ini menjadi ancaman serius bagi penguasa kerajaan.akibatnya fatal kalau tidak secepatnya dibina,karena dalam istilah mereka “kalau tidak bisa dibina maka dibinasakan” kiranya lembaga ini bisa menghancurkan posisi penguasa secepatnyalah harus dibinasakan.

Disusunlah skenario yang menarik dalam melumpuhkan lembaga ini dengan dijebaknya pentolan lembaga ini.disangkutpautkan dalam tindakan kriminal yang memberikan keleluasaan kepada pihak penguasa kerajaan dengan menggunakan tim keamaanannya untuk menangkap dan memenjarakan ketua lembaga ini. Lumpuh secara langsung lembaga ini dan memberikan keleluasaan baru bagi penguasa kerajaan dalam melangsungkan kerajaannya.

Itulah segelintir kisah masa lalu yang mungkin bias diambil hikmahnya.Pertanyaanya apakah mungkin di NEGARA REPUBLIK INDONESIA ini hal itu terjadi??,saya sendiri berharap tidak dan kalau memang pejabat di Negara ini memang ada yang melanggar aturan maka wajib bagi pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan yang tegas,walaupun itu pahit.

2 Komentar

  1. nowwwww…the truth will come trueee

  2. smoga A-A bisa segera keluar


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • ARSIP QT